Archive for November, 2010

November 30, 2010

kriteria suami dewi peresik

mari rehat sebentar 🙂

Calon Suami yang Tepat untuk Dewi Peresik (Kidding Only)
Kriteria Suami Dewi Peresik

1. Tak suka melirik wanita lain.
2. Tidak pernah menampar istri.
3. Tidak lari dari tanggung jawab.
4. Memuaskan di tempat tidur.

Esok hari rumahnya di ketok. Dhok…dhok…dhok… Si Dewi kaget bukan main. Di depannya ada pria buta tanpa tangan, dan kaki.

“Apakah anda Dewi?” Tanya si pria.
“Benar, anda siapa?” Jawab Dewi.
“Saya mau melamar anda” kata pria tersebut.
“Wah nekat bener orang ini.” pikir si Dewi.

Pria yang memakai kursi roda itu berkata, ” Saya ini buta, jadi tidak mungkin melirik wanita lain, saya tidak punya tangan, mana mungkin bisa memukul anda. Saya juga tidak punya kaki, jelas tak akan lari.”

“Tapi apakah anda mampu memuaskan saya?” Ujar Dewi.
“Anda benar-benar menyepelekan saya, anda pikir saya tadi mengetok pintu pake apa?!”

Dewi,”#*@$?+”@*+..?!?!?” (melotot)

Advertisements
November 30, 2010

Temu kunci tanaman kecantikan wanita sunda

Bandung selalu identik dengan wanitanya, alias wanita sundanya. sebenarnya apa sih rahasia wanita sunda memiliki kelebihan dalam sisi fisik dalam hal ini adalah kecantikannya. mungkin semua masih pada penasaran. Dari penelitian Profesor Yaya ditemukan salah satu tanaman pendukung yang bisa menjaga kecantikan dan kesehatan kulit dari kaum perempuan yaitu temu kunci.

TEMU kunci atau fingerroot, dengan bahasa latin Boesenbergia rotunda, ternyata mempunyai khasiat untuk mengencangkan kulit dan menjadi cantik. Tak perlu heran kalau gadis Sunda dulu memiliki kulit yang bagus dan cantik karena mereka kerap mengonsumsi temu kunci.

Tanaman temu kunci ini banyak ditemukan secara liar dan sampai saat ini belum dibudidayakan. “Di Korea Selatan, temu kunci ini menjadi bahan baku kosmetik. Setiap tahun Korea membutuhkan 200 ton temu kunci kering,” kata Prof Dr Yaya Rukayadi, peneliti asal Situraja, Sumedang, yang kini bekerja di Department of Biotechnology Yonsei University Korea.

Ditemui seusai diskusi budaya di aula Bappeda Kabupaten Sumedang, Senin (29/11), Yaya mengatakan, menurut hasil peneletiaannya, temu kunci dari Sumedang merupakan tanaman berkualitas terbaik. “Saya membawa temu kunci dari Sumedang dan daerah lain, kemudian diteliti ternyata yang asal Sumedang paling baik,” kata Yaya.

Saat pulang ke Sumedang, Yaya kerap mencari tanaman khas untuk diteliti. Ia pun mencari temu kunci ke pedagang tanaman obat-batan di Buahdua. Saat ditanyakan tentang temu kunci, pedagang itu menyebutkan ada tapi ketika diminta pasokan rutin tidak bisa memenuhinya.

“Saya meminta seminggu sekali disiapkan pasokan dua ton dan ternyata tidak sanggup,” katanya.

Penelitian terhadap temu kunci bermula dari cerita Sangkuriang atau legenda Tangkubanparahu. “Saya menemukan cerita bahwa kecantikan dan awet mudanya Dayang Sumbi sehingga Sangkuriang, anaknya, jatuh cinta karena Dayang Sumbi kerap mengonsumsi pupucukan dan bongborosan,” ujar Yaya.

Disebutkannya, bongborosan yang dikonsumsi Dayang Sumbi itu adalah temu kunci. “Temu kunci itu mengandung senyawa bioaktif yang bagus untuk kulit dan kecantikan. Di dalam temu kunci ada essential oil, pinostrobin, cardamonin, boesenbergin; 5,7-dimethoxyflavone; 1,8-cineole, panduratin A, dan lain-lain,” kata Yaya.

Biasanya di pedesaan, banyak yang mengonsumsi temu kunci ini. Tanaman ini bisa dibuat sayur. “Dimakan bersama lotek atau dimakan setelah dikukus. Setelah makan temu kunci, badan menjadi hangat dan segar,” ujarnya.

Yaya menyebutkan, di daerahnya, Situraja, masih banyak yang makan temu kunci dan di pasar tradisional pun dijual tanaman ini. “Makanya orang Situraja itu cantik-cantik dan kulitnya bagus. Di sana banyak ditemukan temu kunci dan warga mengonsumsinya,” kata Yaya.

Bahkan, kata Yaya, di Kampung Pamulihan, Desa Wanakerta, Situraja, yang merupakan daerah asal ibu Bupati Don Murdono itu, gadis desanya cantik-cantik.

“Di Pamulihan itu wanitanya gareulis. Saya melakukan penelitian ke sana, ternyata di sana banyak ditemukan temu kunci dan warga setempat mengonsumsinya,” kata Yaya.

Tak hanya bagus untuk kecantikan dan kulit, temu kunci pun bagus pula untuk kesehatan. Tak heran, setiap pulang ke Situraja, orang tua Yaya selalu menyediakan temu kunci untuknya. “Bagi wanita yang merasa tua, tak cukup cantik atau merasa suami mencari pasangan lain, makanlah temu kunci,” kata Yaya sambil tersenyum.

Sumber : Tribun jabar

November 22, 2010

ketika cinta terasa datar

Hubungan dengan pasangan seringkali mengalami pasang surut seiring dengan berjalannya waktu. hubungan suatu pacaran atau pernikahan bisa saja mengalami saat saat yang terasa biasa saja dan tidak bersemangat ataupun datar.

Jika waktu pacaran maupun pernikahan telah berjalan lama, kadang kala tak ada rasa cinta yang menggebu seperti saat pertama kali anda jadian atau menikah dulu. Namun jangan salah mengartikan perasaan itu. Bukan berarti perasaan Anda dan pasangan telah memudar. Cinta Anda justru lebih matang dan dewasa. Sehingga bukan perasaan menggebu atau cemburu buta yang Anda rasakan, melainkan sebuah ketenangan dan kedamaian karena mencintai dan dicintai.

November 16, 2010

Bustomi: Jenderal Baru lapangan tengah Timnas Indonesia

Nama lengkap : Ahmad Bustomi
Nama panggilan : Tomi/ Cimot
Tanggal lahir : 13 Juli 1985
Tempat lahir : Jombang, Indonesia
Tinggi : 1.67 m (5 ft 6 in)
Posisi bermain : Midfielder
No Punggung : 19
Klub
2004 : Persikoba
2005-2006 : Persema
2008-sekarang : Arema
Tim nasional
2006-2007 : U-23
2010-sekarang : Indonesia

Ahmad Bustomi adalah gelandang Arema Indonesia yang merupakan pemain timnas Indonesia.
Kali ini Bustomi menjadi pemain yang mempromosikan produsen alat olahraga ternama Nike lewat tema “Inspiration at Nike Football”
Iklan Nike ini mempromosikan jersey timnas Indonesia yang akan digunakan pada AFF Cup 2010.

berikut adalah iklan Nike yang berjudul “Ahmad Inspiration”

Ahmad Bustomi:
Saya Ahmad Bustomi, dari Indonesia, umur saya 25 tahun, saya gelandang.

Setiap pemain, setiap manusia pasti dia mempunyai hari-hari yang tidak bagus untuk dia, pasti itu ada. Jadi bagaimana cara kita mengatasi hari yang tidak mood, bukan menjadi alasan tapi harus menjadi motivasi agar bisa tampil lebih baik lagi.

Untuk setiap pertandingan manusia tidak ada puasnya. Untuk saya pribadi saya pasti evaluasi diri saya, pertandingan tadi apa yang kurang dari saya karena tidak ada manusia yang sempurna, jadi pasti ada kekurangannya.

Pengorbanan bukan dari saya pribadi, tetapi dari orang-orang yang mendukung saya, terutama ibu saya.

Waktu itu dia [Ibu Bustomi] menjual satu-satunya perhiasan anting-antingnya untuk membelikan sepatu sepakbola karena saat itu saya tidak mempunyai sepatu agar saya bisa ikut seleksi di Persema junior.

Tapi dengan situasi itu melecut diri saya sendiri karena Ibu saya sudah berusaha maksimal sampa-sampai menjual perhiasan satu-satunya.Jadi saya mempunyai motivasi sendiri, sehingga saya harus bisa membalas support dari orang tua saya.

kalo gambar yang dibawah ini ane gan : gw kan ngefans sama bustomi. mau mirip ga? 😀

November 10, 2010

Sejarah dan jenis-jenis wayang di Indonesia

Asal usul dan perkembangan wayang tidak tercatat secara akurat seperti sejarah. Namun orang selalu ingat dan merasakan kehadiran wayang dalam masyarakat. Wayang merupakan salah satu buah usaha akal budi bangsa Indonesia. Wayang tampil sebagai seni budaya tradisional dan merupakan puncak budaya daerah.

Menurut Kitab Centini, tentang asal-usul wayang Purwa disebutkan bahwa kesenian wayang, mula-mula sekali diciptakan oleh Raja Jayabaya dari Kerajaan Mamenang/Kediri.

Wayang yang dalam bentuknya sederhana ialah asli Indonesia. Wayang memiliki landasan yang kokoh. Landasan utamanya memiliki sifat ‘Hamot’ ( keterbukaan untuk menerima pengaruh dan masukan dari dalam dan luar ) , ‘Hamong’ ( kemampuan untuk menyaring unsur-unsur baru itu sesuai nilai-nilai warna yang ada , ‘Hamemangkat’

Bermula zaman kuna ketika nenek moyang bangsa Indonesia masih menganut animisme dan dinamisme. Paduan dari animisme dan dinamisme ini menempatkan roh nenek moyang yang dulunya berkuasa, tetap mempunyai kuasa. Mereka tetap dipuja dan dimintai pertolongan. Roh nenek moyang yang dipuja ini disebut ‘hyang atau dahyang’. Orang bisa berhubungan dengan ‘hyang atau dahyang’ ini melalui seorang medium yang disebut ‘syaman’. Ritual pemujaan nenek moyang ‘hyang’ dan ‘syaman’ inilah yang akhirnya menjadi asal mula pertunjukkan wayang. ‘hyang’ menjadi wayang dan ‘syaman’ menjadi dalang. Sedangkan ceritanya ialah petualangan dan pengalaman nenek moyang. Bahasa yang digunakan ialah bahasa Jawa asli yang masih dipakai hingga sekarang. Jadi, wayang berasal dari ritual kepercayaan nenek moyang bangsa Indonesia disekitar tahun 1500 SM.

Sebelum kebudayaan Hindu memasuki wilayah nusantara, khususnya pulau Jawa, kesenian wayang sudah ada di nusantara.Berjalan dengan seiringnya waktu, wayang terus berkembang sampai pada masuknya agama Hindu di Indonesia sekitar abad keenam.

Sekitar abad ke 10 Raja Jayabaya berusaha menciptakan gambaran dari roh leluhurnya dan digoreskan di atas daun lontar. Bentuk gambaran wayang tersebut ditiru dari gambaran relief cerita Ramayana pada Candi Penataran di Blitar. Ceritera Ramayana sangat menarik perhatiannya karena Jayabaya termasuk penyembah Dewa Wisnu yang setia, bahkan oleh masyarakat dianggap sebagai penjelmaan atau titisan Batara Wisnu. Figur tokoh yang digambarkan untuk pertama kali adalah Batara Guru atau Sang Hyang Jagadnata yaitu perwujudan dari Dewa Wisnu.

Masa berikutnya yaitu pada jaman Jenggala, kegiatan penciptaan wayang semakin berkembang. Semenjak Raja Jenggala Sri Lembuami luhur wafat, maka pemerintahan dipegang oleh puteranya yang bernama Raden Panji Rawisrengga dan bergelar Sri Suryawisesa. Semasa berkuasa Sri Suryawisesa giat menyempurnakan bentuk wayang Purwa. Wayang-wayang hasil ciptaannya dikumpulkan dan disimpan dalam peti yang indah. Sementara itu diciptakan pula pakem ceritera wayang Purwa. Setiap ada upacara penting di istana diselenggarakan pagelaran Wayang Purwa dan Sri Suryawisesa sendiri bertindak sebagal dalangnya.

Pada jaman Majapahit usaha melukiskan gambaran wayang di atas kertas disempurnakan dengan ditambahi bagian-bagian kecil yang digulung menjadi satu. Wayang berbentuk gulungan tersebut, bilamana akan dimainkan maka gulungan harus dibeber. Oleh karena itu wayang jenis ini biasa disebut wayang Beber. Semenjak terciptanya wayang Beber tersebut terlihat pula bahwa lingkup kesenian wayang tidak semata-mata merupakan kesenian Kraton, tetapi malah meluas ke lingkungan diluar istana walaupun sifatnya masih sangat terbatas. Sejak itu masyarakat di luar lingkungan kraton sempat pula ikut menikmati keindahannya. Bilamana pagelaran dilakukan di dalam istana diiringi dengan gamelan laras slendro. Tetapi bilamana pagelaran dilakukan di luar istana, maka iringannya hanya berupa Rebab dan lakonnya pun terbatas pada lakon Murwakala, yaitu lakon khusus untuk upacara ruwatan. Kisah-kisah yang dipagelarkan umumnya merupakan lakon dalam Mahabharata dan Ramayana atau kisah seputar kerajaan Jenggala.

Semenjak runtuhnya kerajaan Majapahit dengan sengkala; Geni murub siniram jalma ( 1433 / 1511 M ), maka wayang beserta gamelannya diboyong ke Demak. Hal ini terjadi karena Sultan Demak Syah Alam Akbar I sangat menggemari seni kerawitan dan pertunjukan wayang.

Masuknya agama Islam ke Indonesia pada abad ke-15, membawa perubahan yang sangat besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Perubahan besar-besaran tersebut, tidak saja terjadi dalam bentuk dan cara pergelaran wayang, melainkan juga isi dan fungsinya. Bentuk wayang yang semula realistik proporsional seperti tertera dalam relief candi-candi, distilir menjadi bentuk imajinatif seperti sekarang ini. Selain itu, banyak sekali tambahan dan pembaharuan dalam peralatan seperti kelir atau layar, blencong atau lampu sebagai alat penerangan pada pertunjukkan wayang kulit dan juga mempunyai makna simbolik, yaitu memanfaatkan masukan serta pengaruh budaya lain baik dari dalam maupun dari luar Indonesia, debog yaitu pohon pisang untuk menancapkan wayang, dan masih banyak lagi.

Pada masa itu sementara pengikut agama Islam ada yang beranggapan bahwa gamelan dan wayang adalah kesenian yang haram karena berbau Hindu. Timbulnya perbedaan pandangan antara sikap menyenangi dan mengharamkan tersebut mempunyai pengaruh yang sangat penting terhadap perkembangan kesenian wayang itu sendiri.

Untuk menghilangkan kesan yang serba berbau Hindu dan kesan pemujaan kepada arca, maka timbul gagasan baru untuk menciptakan wayang dalam wujud baru dengan menghilangkan wujud gambaran manusia.

Asal usul wayang Indonesia menjadi jelas dan mudah dibedakan dengan seni budaya sejenis yang berkembang di India, Cina, dan negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Tidak saja berbeda bentuk serta cara pementasannya, cerita Ramayana dan Mahabrata yang digunakan juga berbeda. Cerita terkenal ini sudah digubah sesuai nilai dan kondisi yang hidup dan berkembang di Indonesia. Keaslian Wayang bisa ditelusuri dari penggunaan bahasa seperti Wayang, kelir, blencong, kepyak, dalang, kotak dan lain-lain. Kesemuanya itu menggunakan bahasa Jawa asli. Berbeda dengan cempala, yaitu alat pengetuk kotak yang menggunakan bahasa sansekerta. Biasanya wayang selalu menggunakan bahasa campuran yang biasa disebut ‘basa rinengga’.

Kekuatan utama budaya Wayang ialah kandungan nilai falsafahnya. Wayang yang tumbuh dan berkembang sejak lama itu ternyata berhasil menyerap berbagai nilai-nilai keutamaan hidup dan dapat terus dilestarikan dalam pertunjukkan wayang.

Wayang juga dapat secara nyata menggambarkan konsepsi hidup ‘sangkan paraning damadi’, manusia berasal dari Tuhan dan akan kembali kepada-Nya.

Di Indonesia ada berbagai jenis wayang seperti berikut ini:
1. Wayang purwa
Wayang purwa disebut juga wayang kulit karena terbuat dari kulit lembu. Penyaduran sumber cerita dari Ramayana dan Maha barta kedalam bahasa jawa kuna dilakukan pada masa pemerintahan raja Jayabaya .pujangga yang terkenal pada masa itu ialah empuSedah ,empu panuluh empu Kanwa. Sunan Kalijaga salah seorang walisanga (demak,abad XV)adalah orang yang pertama kali menciptakan wayang dari kulit lembu . selain kulit lembu ada juga yang menggunakan kulit kerbau bahkan disuatu daerah ada yang menggunakan dengan kulit manusia.Dalang yang terkenal ialah Ki Narto Sabdo,Ki haji Anom Suroto,kitimbul Hadi Prayitno,Mas bayu aji dll.

2. Wayang golek
Banyak orang yang menyebut wayang tengul. Wayang ini terbuat dari kayu dan diberi baju seperti layaknya manusia. Sumbernya diambil dari sejarah ,misalnya cerita Untung surapati ,Batavia Sultan Agung,Trunajaya dll. Wayang golek tidak menggunakan kelir\layar seperti wayang kulit.

3. Wayang krucil
Banyak orang menamakanya wayang kllithik.Wayang ini terbuat dari kayu,bentuknya mirip wayang kulit. Biasanya meceritakan DamarWulan dan Majapahit. Untuk menancapkan Wayang klithik tidak ditancapkan di pelepah pisang seperti wayang kulit tetapi menggunakan kayu yang telah diberi lubang lubang.

4. Wayang Beber

Wayang Beber terbuat dari kain atau kulit lembu yang berupa beberan atau lembaran.tiap beberan merupakan satu adegan cerita.bbila sudah tak dimainkan maka bisa digulung .Wayang ini dibuat pada zaman kerajaan majapahit.

5. Wayang gedog
Bentuknya hamper mirip wayang kulit.sumber ceritanya berasal dari jawa seperti:Banten,Singasari,Mataram,Kediri dll.wayang gedog hapir punah kita hanya dapat menjumpai tahun 1400

6. Wayang Suluh

Pementasan wayang suluh ini biasanya untuk penerangan masyarakat. Wayang ini tergolong wayang modern.terbuat dari kulit yang diberi pakaian lengkap lazimya manusia gambarnya pun mirip manusia .ceritanya diambil dari kisah perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah.


7. Wayang Titi

Wayang titi adalah wayang china. Sumbernya berasal dari cerita china. Wayang ini bisa kita jumpai di perkampungan china atau klenteng.

8. Wayang Madya
Wayang ini di ciptaakan oleh K.G Mangkungara IV pada awal abad XVIII. Sumber ceritranya diambil dari cerita Pandawa setelah perang Baratayuda,misalnya prabu Parikesit

9. Wayang Wahyu
Wayang yang satu ini juga sering disebut wayang Bibel
Cerita wayang ini berasal dari kitab injil. Diciptakan oleh Bruder Themotheos untu menyiarkan agama Kristen.

10. Wayang Orang
Cerita wayng purwa yang dipentaskan oleh orang dengan busana seperti wayang sumbernya pun sama dengan wayan purwa.Perkumpulan yang terkenal seperti mNgesti Pandawa
(Semarang),Sriwerdari(Surakarta)

11. Wayang Pancasila
Adalah cerita wayang mirp wayang purwa bedanya tokoh-tokohnya adalah pejuang-pejuag bangsa Indonesia ceritanya pun tentang perjuangan Bangsa Indonesia

dari berbagai sumber.

November 10, 2010

Arti kata Pahlawan

“Pahlawan” berasal dari bahasa Sansekerta “Phala-Wan” yang berarti orang yang dari dirinya menghasilkan buah/hasil (phala). Pahlawan Indonesia merupakan orang yang ingin memberikan sesuatu bagi bangsa dan negara Indonesia.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2001:812) yang disebut sebagai pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, atau pejuang yang gagah berani.

Dalam kehidupan bernegara menurut Peraturan Presiden No 33 tahun 1964, seseorang untuk disebut pahlawan harus memenuhi kriteria tertentu, antara lain yang bersangkutan telah wafat dan bekas seorang pejuang.